Pengenalan Filateli

Dewasa ini, kegiatan mengumpulkan prangko atau filateli jarang sekali penggiatnya. Salah satu factor yang menjadikan hobi ini mengalami penurunan peminatnya adalah kemajuan teknologi komunikasi.

 

Diakui atau tidak, kemajuan teknologi komunikasi yang telah mengubah cara-cara  kita melakukan komunikasi telah membuat kita meninggalkan cara-cara konvensional, seperti melakukan korespondensi. Industri perposan disisi lain mendapati ini sebagai tantangan dan membutuhkan adaptasi-adaptasi bagi perubahan ini, dan konsekuensinya adalah penurunan produk-produk yang selama ini menjadi bahan atau sumber kegiatan ini, prangko itu sendiri.

Mengadopsi hukum alam pula, bahwa manusia akan melalukan penyesuaian-penyesuaian dengan kondisi lingkungannya untuk bisa mempertahankan kehidupannya – berfilateli juga demikian. Untuk mempertahankan kelangsungan kegiatan ini, alih-alih memusuhi atau mengingkari kemajuan teknologi komunikasi seperti internet dan media komunikasi seperti pengiriman pesan pendek (Short Message Services), filatelis justru memanfaatkan kemajuan dan kemudahan ini untuk mengembangkan dan mendorong Filateli dalam perkembangan yang tidak bisa dibayangkan selama satu atau dua decade sebelumnya.

Kemajuan komunikasi internet memudahkan penggiat filateli dalam mengumpulkan koleksinya, kecepatan teknologi komunikasi juga makin mempercepat filatelis mencapai tujuan-tujuan yang diinginkannya. Mencari Prangko yang dikehendaki ataupula mengkoordinasikan sebuah gelaran pameran filateli, semua dilakukan lebih cepat dan lebih baik.

Menuju itu semua, perlu dipahami terlebih dahulu bagi para penggiat filateli, khususnya yang baru memulai dan awam untuk melakukan kegiatan yang dikatakan mudah dan menyenangkan, kerena kandungan unsur rekreatif dan edukasinya, untuk terlebih dahulu memahami dasar-dasar melakukan hobi ini.

Apa yang bisa dikoleksi ?
Filateli pada dasarnya adalah mengumpulkan Prangko. Secara konvensional, seorang filatelis adalah mengumpulkan prangko. Dengan demikian, apabila seorang Filatelis namun tidak mengumpulkan Prangko barang sekepingpun, seyogyanya bukan seorang filatelis namun lebih tepat sebagai penikmat saja.

Jenis-jenis prangko yang bisa dikumpulkan adalah yang masih dalam kondisi mint (belum terpakai untuk pemrangkoan) atau bekas, yaitu prangko yang telah digunakan untuk pemrangkoan. (Dalam kondisi tertentu, sebuah prangko terkadang dibuat bekas, atau dimatikan oleh kolektor untuk tujuan koleksi dan bukan fungsi).

Untuk memudahkan mengkoleksi, umumnya dipilah berdasarkan tahun penerbitan, Negara penerbit, atau malah tema dari prangko yang menjadi minatnya. Bagi para pemula, untuk menjadikan kegiatan mengumpulkan Prangko atau berfilateli ini menjadi lebih menarik dan mudah, disarankan mengumpulkan prangko berdasarkan minat yang paling disukai. Koleksi yang demikian ini yang disebut Koleksi Tematik. Tema-tema koleksi sangat beragam, mulai dari Flora, Fauna, Arsitektur, Perkereta Apian, Tempat-tempat wisata, Organisasi seperti Palang Merah, Pramuka, Milter, dan sebaginya. Ada juga tema koleksi yang hanya mengumpulkan prangko-prangko definitive dan juga produk stationary pos (Post Stationary). Intinya, kegiatan mengkoleksi ini harus menyenangkan dan bisa dilakukan dari berbagai aspek yang akhirnya bisa menjalin sebuah cerita.

Koleksi Prangko, secara garis besar akan digolongkan  dalam tiga hal, yaotu Koleksi Umum, Koleksi Negara dan Koleksi Tematik. Koleksi umum, mengkoleksi berbagai macam prangko dari beberapa Negara atas beberapa subject. Tidak ada batasan kaku dalam melakukan koleksi ini, asal suka dan senang lantas dikumpulkan. Tujuan dari mengkoleksi dengan cara seperti ini adalah semata-mata ingin mendapat pengetahuan secara umum. Koleksi Negara, yaitu mengkoleksi prangko berdasarkan Negara penerbit, bisa focus hanya satu Negara, bisa beberapa Negara sekaligus. Ketiga adalah Koleksi Tematik, mengkoleksi prangko berdasarkan tema-tema yang menjadi minat atau ketertarikan saja.

Jamak sekali bahwa Filatelis mengumpulkan prangko, atau hanya prangko saja, namun sebenarnya masih ada beberapa Benda Filateli yang bisa dikoleksi berkaitan dengan kegiatan ini, yaitu:

1.    Sampul Hari Pertama atau Sampaul Peringatan (First Day Cover/Commemorative Cover)
2.    Carik Kenangan (Souvenir Sheet).
3.    Mini Set ( Miniature Sheet).
4.    Kartu Pos Kenangan (Souvenir Cards)
5.    Kartu Maksimum ( Maximum Cards)
6.    Buku Prangko dan atau Prangko Koil (Stamp Booklets, Coil stamps)
7.    Label-label Lunas (Postage due Labels)
8.    Kemasan Kolektor (Collectors pack), Kemasan Tematik (Thematic packs) atau pula Kemasan Kenangan (Souvenir Packs).
9.    Kemasan Presentasi (Presentation packs)
10. Lembar atau Kartu  Informasi (Information sheets/ cards).
11. Cap atau Stempel diatas Kartu atau Sampul, serta benda filateli lainnya.

 

Tipe Prangko
Selain menentukan jenis Koleksi, Filatelis juga harus mengetahui tipe-tipe Prangko itu sendiri. Pada dasarnya, Prangko terdiri dari dua jenis, yaitu Prangko Definitif atau Prangko Biasa dan Prangko Peringatan atau Khusus. Prangjko Definitif merupakan prangko yang dibuat oleh jawatan pos untuk kebutuhan pemrangkoan sehari-hari. Umumnya mereka dicetak dalam jumlah banyak dan dalam nominal yang variatif sesuai dengan kebutuhan tariff pemrangkoan.

Kedua adalah prangko Tipe Khusus atau Prangko Peringatan yang umumnya di terbitkan jawatan Pos untuk kebutuhan khusus seperti memperingati sesuatu, memberikan penghormatan pada pahlawan atau tokoh, lingkungan, Flora –Fauna, Olah Raga, atau isu-isu lainnya.Prangko penerbitan khusus ini umumnya juga hanya terdapat di kantor-kantor pos yang membuka layanan bagi filateli, tidak semua Kantor Pos memiliki prangko-prangko seperti ini. Dan jumlah cetakan mereka juga terbatas.
Bagaimana saya mulai hobi ini ?
Jangan buang surat-surat yang datang, pikir dahulu sebelum melepas prangko dari sampulnya. Apabila sebuah prangko akan lebih berharga dengan sampulnya atas kandungan sejarah atau nilai filateli lainnya, maka simpan beserta sampulnya. Namun bila tidak, mengumpulkan prangko used dari keping-keping prangko yang telah dilepas juga mengasyikkan pula.

Cara lain mendapatkan prangko atau benda filateli adalah membelinya baik pada Pos, Agen atau Toko Filateli. Saat ini kita bisa mengikuti lelang-lelang prangko yang diadakan lewat internet.

Secara konvensional, mulailah melakukan korespondensi. Menjalin persahabatan sekaligus mengembangkan koleksi.

Album-album prangko saat ini sudah banyak tersedia di Toko-toko Filateli atau diantara Filatelis sendiri. Album digunakan untuk menyimpan  prangko dan benda-benda filateli agar  tidak rusak baik oleh cuaca, proses kimia atau lainnya yang mengakibatkan  berkurangnya nilai sebuah koleksi.

Katalog, wajib dimiliki oleh filateli sebagai sumber informasi dan acuan melakukan penilaian atas koleksinya.

 

Bagaimana Mengembangkan Hobi ini ?
Semenjak awal memutuskan untuk melakukan kegiatan ini, Filatelis sebenarnya juga bisa mengembangkan kegiatan ini  lebih jauh. Ada beberapa jalan yang disarankan untuk bisa mengembangkan hobi ini menjadi lebih menarik.

Pertama, dengan bergabung pada  sebuah klub filateli. Keuntungannya adalah aka nada bantuan dan bimbingan dari para senior yang bisa memberikan masukan dan arahan bagi pengembangan hobi ini lebih lanjut. Selain itu, melalui klub filateli, filatelis bisa mendapatkan koleksinya lebih baik dengan saling tukar menukar, jual beli dan sebaginya. Klub Filateli biasanya memiliki perpustakaan  dimana anggotanya bisa mendapatkan informasi lebih baik.

Dewasa ini, definisi perpustakaan tidak hanya dalam pengertian fisik, namun secara maya bisa dilakukan melalui internet untuk bisa mendapatkan informasi lebih baik.  Filatelis yang tergabung dalam klub, akan bisa lebih maksimal dalam berpartisipasi pada seminar-seminar, workshop yang dilakukan oleh Klub.

Kedua, menjalin komunikasi dengan Jawata Pos. Bagaimanapun juga kegiatan filateli erat kaitannya dengan aktifitas perposan dan sebaliknya, Filatelis akan menjadi konsultan bagi Pos dalam aspek pekerjaan Filateli. Konsultan Filateli akan bekerja sama  dengan Pos untuk mengembangkan hobi Filateli.

Ketiga, mengikuti seminar atau workshop yang diadakan baik oleh klub filateli atau jawatan Pos dimana filateli bisa mendapat pengetahun yang lebih mendalam.

Keempat, berpartisipasi dalam pameran. Sebuah koleksi bagaimanapun juga akan lebih baik apabila bisa disertakan dalam sebuah pameran. Sebagaimana seorang pelukis dan lukisannya, sebagus apapun lukisannya apabila tidak ditunjukkan pada public maka lukisan tersebut sebenarnya gagal dalam mencapai tujuan lukisan itu diciptakan.

Dalam alam kekinian, sebuah eksibisi bisa dilakukan secara mandiri, termasuk dengan menggunakan teknologi internet, melalui dunia maya serta jaring sosial.

 

Selamat mengoleksi.

 

 

Lukman Hqeem

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s