Batu, Kota Wisata

Greeting from Purnama Hotel, Batu - East Java, Indonesia. Postcard by Purnama Hotel, Batu. Postdated 2017

Greeting from Purnama Hotel, Batu – East Java, Indonesia. Postcard by Purnama Hotel, Batu. Postdated 2017

Sejak jaman kerajaan Singasari, Malang dan sekitarnya terkenal sebagai tempat yang indah. Tak terkecuali kawasan Kota Batu, yang berada didataran tinggi. Banyak tempat-tempat menarik sehingga menjadi tujuan para pelancong dan pencari peristirahatan. Berikut ini beberapa tempat menarik di Kota Batu.

Jatim Park

Indonesia - Jatim Park, Batu - Pelajar Postcard

Jatim Park, Jawa Timur, Indonesia. Postcard by Pelajar Postcard, 2015.

Jatim Park adalah sebuah tempat rekreasi dan taman belajar yang terdapat di Kota BatuJawa Timur. Obyek wisata ini berada sekitar 20 km barat Kota Malang, dan kini menjadi salah satu icon wisata Jawa Timur. Obyek wisata ini memiliki 36 wahana, diantaranya kolam renang raksasa, dengan latar belakang patung Ken Dedes, Ken Arok, dan Mpu Gandring, spinning coaster, dan drop zone. Wahana pendidikan yang menjadi pusat perhatian diantaranya adalah Volcano dan Galeri Nusantara yang juga terdapat tanaman agro, diorama binatang langka, dan miniatur candi-candi.

Payung

Payung, Kota Wisata Batu, Jawa Timur - Indonesia.

Payung, Kota Wisata Batu, Jawa Timur – Indonesia.

Kawasan Payung terkenal sebagai tempat yang strategis untuk melihat keindahan Kota Wisata Batu dari atas. Lokasinya berada di dataran tinggi tepat di atas Kota Batu. Jalan yang berkelok-kelok dan tebing yang indah menjadi daya tarik tersendiri.

Dari Payung, akan tampak pemandangan kota Batu dari arah yang lebih tinggi, tampak indah dan spektakuler apalagi di malam hari dengan kerlap-kerlip lampunya yang bertebaran.

Objek wisata payung ini tepatnya berlokasi di Jalan Raya Pujon, Malang Utara (sebelah kanan jalan dari arah Batu ke arah Jombang). Jika Anda berkunjung ke Kota Wisata Batu atau melakukan perjalanan Batu-Jombang, wisata Payung dapat menjadi alternatif untuk menghilangkan penat Anda.

Asal nama Payung sendiri karena dahulu terdapat sebuah tempat yang atapnya berbentuk payung yang dinamakan payung pandang. Dengan payung pandang, kita dapat memandangi daerah Songgoriti, Batu dan sekitarnya. Sejarah terbentuknya Payung dimulai pada tahun 1970 oleh beberapa orang yang menjual jagung dari pagi sampai sore. Saat itu belum terdapat kios dan warung. Lalu pada tahun 1981 terdapat beberapa penjual yang memiliki kios, sementara pedagang yang lain menggunakan tenda. Sekarang sudah ada puluhan warung yang tersebar dalam tiga lokasi Payung Satu, Dua dan Tiga.

Kini Payung telah menjadi salah satu tujuan wisata di kabupaten Malang. Dengan suasananya yang indah, tidak heran jika setiap malam minggu tempat ini selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal. Biasanya pengunjung yang datang ke tempat ini ingin menghabiskan malam dengan melihat keindahan Kota Batu dari dataran tinggi. Udara dingin dan sejuk senantiasa menemani kunjungan Anda hingga menjelang larut malam. Jadi jika Anda berkunjung ke kawasan wisata payung ini sebaiknya menggunakan pakaian tebal agar tetap nyaman selama menikmati nuansa malam Kota Batu yang menakjubkan.

Kawasan wisata Payung terbagi dalam 3 bagian, yakni Payung 1, Payung 2, dan Payung 3. Di setiap kawasan payung berdiri kokoh warung-warung makanan dan minuman ringan yang siap menemani Anda. Dengan ditemani beragam makanan dan minuman hangat, pastinya akan membuat Anda betah di tempat ini hingga larut malam. Menu yang paling terkenal di Kawasan Wisata Payung ini adalah jagung bakar dan olahan susu milik KUD Batu. Selain itu ada juga roti bakar, bakso, mie rebus/mie goreng, hingga beragam minuman lainnya yang siap menemani malam Anda. Banyak juga warung yang menjual nasi goreng, ikan bakar, ayam dan tempe penyet. Mengingat sebagian besar pemilik warung adalah penduduk Pujon dimana kebanyakan mereka adalah peternak sapi perah, tak heran jika susu segar yang ditawarkan di Payung benar-benar fresh from the oven.

Hampir semua warung terbuat dari bambu yang berbentuk rumah panggung sehingga pengunjung akan merasa melayang di atas jurang. Di bawah jurang terlihat lebatnya hutan pinus, sawah yang menghijau, vila-vila dan perkampungan penduduk. Jadi, berkunjung ke kawasan ini pasti akan menjadi salah satu pengalaman tak terlupakan.

Untuk menuju objek wisata ini cukup mudah, meskipun jalan dari arah Batu cukup menanjak dan meliuk-liuk. Berjarak sekitar 6 km dari pusat kota dan bisa ditempuh dalam waktu 15 menit. Tinggal arahkan kendaraan Anda menuju jalan Pujon-Malang. Wisata ini cukup populer sehingga ada papan penunjuk yang terpasang di jalan dan memudahkan perjalanan kita. Ikuti saja petunjuk tersebut hingga sampai di lokasi.

Gunung Panderman

Indonesia - Batu - Gunung Panderman

Gunung Panderman, Postcard by Pos Indonesia, 2017

Gunung Panderman adalah sebuah gunung yang terletak di Kota Batu Malang yang memiliki puncak bernama Basundara. Nama gunung ini sendiri diambil dari nama seorang Belanda bernama Van Der Man yang mengagumi keindahan gunung ini pada waktu itu. Gunung Panderman adalah sebuah tempat wisata yang cocok bagi anda yang menyukai pendakian termasuk bagi anda yang masih pemula pada bidang pendakian.

Gunung ini terletak di dusun Toyomerto Kelurahan Songgokerto Desa Pesanggrahan, Batu Malang. DusunToyomerto juga bisa dicapai dengan kendaraan umum dari kota Batu sekitar 3 Km yakni dengan menaiki bus jurusan Malang – Jombang/ Kediri kemudian turun di perempatan desa Pesanggarahan.

Gunung Panderman ini sangat cocok bagi pendaki yang tidak mempunyai waktu banyak karena gunung ini hanya sekitar 2000 mdpl yang bisa ditempuh dengan perjalanan selama satu hari. Biasanya pada hari sabtu malam, banyak para mahasiswa di kota Malang yang berpetualang ke gunung yang termasuk dalam gugusan pegunungan Putri Tidur (Gunung Kawi).

Untuk sampai ke puncak anda hanya membutuhkan waktu 2-3 jam. Jika anda menggunakan kendaraan pribadi, anda bisa menempuh perjalanan selama kurang lebih 30 menit dari kota Malang dan anda bisa menitipkannya di basecamp panderman yang berada di rumah paling ujung gapura panderman, disitu juga anda akan mendaftarkan siapa saja yang akan ikut mendaki. Jika anda berkendara dengan menggunakan sepeda motor, anda bisa menitipkan ke tempat penitipan sepeda motor yang dikelola oleh warga sekitar hanya dengan cukup membayar 5000/malam.

Ada dua pos sebelum kita mencapai puncak gunung ini. Pertama kita akan menjumpai pos Latar Ombo yang berada di ketinggian 1604 mdpl. Tempat ini bisaanya digunakan untuk camping para pendaki. Disini juga tersedia sumber mata air yang masih sangat jernih sehingga anda dapat menggunakannya untuk minum juga memasak. Setelah anda melanjutkan perjalanan, anda akan menjumpai pos kedua yakni Watu Gede karena tempat ini memang terdapat banyak sekali batu besar yang bisa digunakan untuk beristirahat.

Setelah melewati dua pos tersebut, anda bisa langsung menuju ke puncak gunung Panderman. Di puncak banyak terdapat monyet yang bergelantungan di pepohonan dan sesekali menunggu meminta makanan. Jadi sebaiknya anda simpan barang bawaan anda agar tidak dicuri oleh monyet tersebut. Jika anda mendaki gunung ini pada malam hari, anda akan disuguhkan pemandangan kota Batu dan Malang dengan gemerap lampu yang sungguh mempesona.

Jalur pendakian kedua, adalah jalur khusus untuk mencapai puncak gunung Panderman dengan waktu singkat atau dikenal dengan jalur Curah Banteng. Namun di jalur kedua ini tidak terdapat fasilitas berupa air maupun fasilitas lainnya dan tantangannya lebih susah karena anda harus melewati tebing dengan kemiringan sebesar 90 derajat dan hanya bisa ditempuh dengan memanjatnya.

Pendaki yang masih pemula sebaiknya mengambil jalur pertama karena lebih mudah serta anda akan disajikan pemandangan alam gunung Panderman sepanjang anda mendaki. Sesampainya di puncak, anda akan dihibur oleh pemandangan gunung di sekitar Malang seperti gunung Arjuno dan gunung Semeru jika anda mendaki pada cuaca cerah.

Bedengan

Indonesia - Batu - Bedengan.jpg

Bumi Perkemahan Bedengan, Postcard by Pos Indonesia, 2017

Bedengan adalah sebuah hutan pinus di Dusun Selokerto, Desa Selorejo, Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Berjarak 15km kearah barat kota Malang, melalui Bandulan atau Dieng dapat dicapai sekitar 45 menit.

Hamparan pemandangan hijau menyambut pengunjung yang akan menuju Bedengan. Dari desa Selorejo, berjarak sekitar 3km, berujung pada jalan makadam dengan lebar 1,5 meter sepanjang 1,5km.

Wanawisata Bedengan baru dibuka dan dikelola Perhutani. Sedangkan untuk pengelolaan secara harian di bawah Lembaga Kemitraan Desa Pengelola Hutan (LKDPH) Desa Selorejo. LDKPH sendiri merupakan lembaga yang berada di bawah Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Kabupaten Malang. Pada awalnya Bedengan ini adalah hutan kosong yang kemudian digunakan untuk bedeng pohon mahoni.

Kawasan inilah yang kemudian sebut “Bedengan” dan dijadikan wanawisata oleh Perhutani, khususnya untuk area berkemah. Untuk area perkemahan sendiri luasnya 2,5 hektar sedangkan untuk tempat bedeng sekitar 13,7 hektar. Mulai dari pengelolaan lahan parkir, warung, perawatan area perkemahan, sampai petugas jaga malam dilaksanakan oleh penduduk desa setempat.

Area perkemahan yang terletak di bawah pohon-pohon pinus yang lebat menjadikan perkemahan ini begitu hijau dan sejuk. Pemandangan sekitarnya pun tak kalah menarik karena selain dikelilingi pepohonan, di seberang sungai juga terdapat banyak kebun jeruk yang makin menambah suasana asri Bedengan.

Di tepi area perkemahan juga terdapat aliran sungai dengan air yang sangat jernih. Menurut warga setempat aliran sungai ini berasal dari air terjun Coban Brues. Air terjun ini pun lokasinya sangat terpencil dan belum banyak diketahui oleh masyarakat luas. Di Bedengan ini sudah dilengkapi tanah lapang untuk kemah, juga tak jauh dari sumber air berupa sungai.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s