Taipei 2016, Indonesia Raih 4 Emas

Bandung 2017

Ketua Umum PFI Bpk. Letjen. TNI (Purn). Soeyono memegang bendera FIP setelah Bandung dinyatakan akan menjadi tuan rumah eksibisi selanjutnya, Bandung 2017.

Berikut ini merupakan tulisan yang saya buat pada Oktober 2016, sebagai ungkapan atas keberhasilan Filatelis Indonesia di kancah Taipei 2016.

Menjaga Tradisi, Filatelis Indonesia Raih 4 Medali Emas di Taipei 2016.

Taipei 2016, Ajang kompetisi filateli tingkat dunia ini digelar pada 21-26 Oktober 2016, di kota Taipei, Taiwan (Republic of China). Tim Indonesia sukses meraih Medali Emas.

Menurut Letjen TNI (Purn) Soeyono, Ketua Umum Perkumpulan Filatelis Indonesia (PFI), pada ajang ini, diraih 4 Medali Emas, 6 Medali Large Vermeil dan 4 Vermeil. Hebatnya, 4 Penghargaan khusus diraih. Untuk pertama kalinya dalam ajang tingkat dunia FIP, Indonesia meraih 4 emas sekaligus.

Selama beberapa tahun terakhir ini, Filatelis-filatelis Indonesia selalu menjaga tradisi meraih Medali Emas dalam kejuaraan filateli internasional. Prestasi yang membanggakan ini, menjadi inspirasi bagi filatelis-filatelis lain di Tanah Air untuk berprestasi.

Agus Wibawanto, Filatelis asal Semarang menyajikan koleksi berjudul The Inflation of Postal Rates in Java 1945-1949. Koleksi ini meraih Medali Emas dan penghargaan khusus. Menurut Agus Wibawanto,

Perjanjian Renvile menghasilkan pokok-pokok keputusan pembagian wilayah Indonesia yang dikuasai oleh Republik Indonesia dan Belanda. Lewat koleksi yang disajikan, diketahui bagaimana layanan pos dijalankan diantara wilayah-wilayah tersebut. Menurut Agus Wibawanto, di tengah perjuangan fisik mempertahankan kemerdekaan, layanan pos tetap berjalan memenuhi amanat rakyat.

Dengan persiapan eksibisi selama hampir dua bulan, koleksi ini meraih penghargaan khusus. Melalui konsep dan pendekatan yang komprehensif ditambah dengan materi yang saya yakin kelangkaan dan nilai historisnya, yang semula menjadi titik lemah, bisa diungkit menjadi nilai unggul dari koleksi, tutur Filatelis yang berhasil menularkan hobinya kepada Putri semata wayangnya, Mauritania Wibawanto.

Koleksi Mauritania dalam Taipei 2016 berjudul       Growth and Development of Revenues during Japanese Occupation in Java 1942-1945 meraih Medali Large Vermeil dan penghargaan khusus di kelas remaja ini. Koleksinya menyajikan perkembangan dan penggunaan Meterai di masa pendudukan Jepang.

Di kelas remaja,  Filatelis muda asal Jogjakarta, Mayong Kalua dengan koleksi Netherland Indies Airmail 1927-1942 berhasil meraih medali Large Vermeil juga. Koleksinya menceritakan surat-surat air mail atau yang dikirimkan dengan menggunakan moda pesawat terbang di awal industri penerbangan di Tanah Air.

Shafa Sabila Fadli, Postcard of Netherland Indies 1874-1942 meraih Medali Vermeil, menampilkan koleksi kartupos di era emas kartupos.

Filatelis remaja lain yang ikut meraih Medali adalah  Ardelia Clarissa dengan koleksi  Rooooaaaarrrr, We Are the Roaring Cats  meraih Medali Large Vermeil. Peraih Medali Emas lainnya adalah Yan Wiriadi Jodana, Ketua Kontingen Indonesia ini turun dengan koleksi

Dengan pendekatan lain, ‎Indra Kusuma, menampilkan koleksi

Debut koleksi Perdana Suwito Harsono di ajang internasional berjudul Netherlands Indies Postal Card 1847-1929 diganjar Medali Emas. Sementara Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, ikut menampilkan koleksinya, Teguh Chendawan, menampilkan dua koleksi di kelas yang berbeda.

Filatelis lain yang ikut mendapatkan Medali adalah ‎ Sitatag  Juari, dengan koleksi   I’m a Butterfly   meraih Medali  Large Vermeil. Herman Yoseph     dengan koleksi Legend of the Last Giant on Earth   meraih Medali Vermeil dan ‎Jusak Johan dengan koleksi  Ship, Transportation Mode on Water  meraih Medali  Vermeil.

Letjen TNI (Purn) Soeyono berharap prestasi ini agar bisa ditingkatkan. Pasalnya, pada Agustus 2017 nanti, Indonesia akan menjadi tuan rumah ajang kompetisi tingkat dunia pula. Setelah sukses menjadi tuan rumah pada Jakarta 2012, Indonesia dipercaya Federasi Filateli Internasional untuk menggelar di kota Bandung. Setidaknya ada 2200 panel koleksi yang akan ditampilkan.

Oleh sebab itu, kepercayaan ini semestinya bisa didukung oleh para pemangku kepentingan di Indonesia, Pos Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Pariwisata, dan sebagainya, pungkasnya. (Lukman Hqeem/PFI)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s