Bali

Peta Bali, Postcard by Suroboyo Postcard, Unknown Year, Used dated 01 July 2014, Thanks to Sekar Langit Pamungkas, Yogjakarta

Peta Bali, Postcard by Suroboyo Postcard, Unknown Year, Used dated 01 July 2014, Thanks to Sekar Langit Pamungkas, Yogjakarta

Bali adalah sebuah Pulau bagian dari Kepulauan Sunda Kecil sepanjang 153 km dan selebar 112 km sekitar 3,2 km dari Pulau Jawa. Secara astronomis, Bali terletak di 8°25′23″ Lintang Selatan dan 115°14′55″ Bujur Timur yang membuatnya beriklim tropis seperti bagian Indonesia yang lain.

Indonesia - Pakaian Tradisional Bali

Ibu kota Bali adalah Denpasar. Tempat-tempat penting lainnya adalah Ubud sebagai pusat kesenian dan peristirahatan, terletak di Kabupaten Gianyar. Nusa Lembongan adalah sebagai salah satu tempat menyelam (diving), terletak di Kabupaten Klungkung. Sedangkan Sanur Kuta, Seminyak, Jimbaran dan Nusa Dua adalah beberapa tempat yang menjadi tujuan utama pariwisata, baik wisata pantai maupun tempat peristirahatan, spa, dan lain-lain, terletak di Kabupaten Badung. Luas wilayah Provinsi Bali adalah 5.636,66 km2 atau 0,29% luas wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Secara administratif Provinsi Bali terbagi atas 8 kabupaten, 1 kotamadya, 55 kecamatan, dan 701 desa/kelurahan.

Sanur Beach Bali Inonesia, Postcard by My Postcard, Design by Y. Harisman, 2016, Mint

Sanur Beach Bali Inonesia, Postcard by My Postcard, Design by Y. Harisman, 2016, Mint

Pantai Sanur

Pantai Sanur adalah sebuah tempat pelancongan pariwisata yang terkenal di pulau Bali. Tempat ini letaknya adalah persis di sebelah timur kota Denpasar, ibukota Bali. Sanur berada di Kotamadya Denpasar. Karena memiliki ombak yang cukup tenang, maka pantai Sanur tidak bisa dipakai untuk surfing layaknya Pantai Kuta. Tak jauh lepas Pantai Sanur terdapat juga lokasi wisata selam dan snorkeling. Oleh karena kondisinya yang ramah, lokasi selam ini dapat digunakan oleh para penyelam dari semua tingkatan keahlian.

Pantai Sanur juga dikenal sebagai Sunrise beach (pantai Matahari terbit) sebagai lawan dari Pantai Kuta. Karena lokasinya yang berada di sebelah timur pulau Bali, maka pantai Bali ini menjadi lokasi yang tepat untuk menikmati sunrise atau Matahari terbit. Hal ini menjadikan tempat wisata ini makin menarik, bahkan ada sebuah ruas di pantai Sanur ini yang bernama pantai Matahari Terbit karena pemandangan saat Matahari terbit sangat indah jika dilihat dari sana.

Sepanjang pantai Bali ini menjadi tempat yang pas untuk melihat Matahari terbit. Apalagi sekarang sudah dibangun semacam sanderan yang berisi pondok-pondok mungil yang bisa dijadikan tempat duduk-duduk menunggu Matahari terbit. Selain itu, ombak di pantai ini relatif lebih tenang sehingga sangat cocok untuk ajang rekreasi pantai anak-anak dan tidak berbahaya.

Selain itu, pengunjung bisa melihat Matahari terbit dengan berenang di pantai. Sebagian kawasan pantai ini mempunyai pasir berwarna putih yang eksotis. Dilengkapi dengan pohon pelindung, pengunjung bisa duduk-duduk sambil menikmati jagung bakar ataupun lumpia yang banyak dijajakan pedagang kaki lima. Salah satu hotel tertua di Bali dibangun di pantai ini. Hotel ini bernama Ina Grand Bali Beach yang terletak persis di tepi pantai. Selain itu, sepanjang garis pantai juga dibangun semacam area pejalan kaki yang seringkali digunakan sebagai jalur jogging oleh wisatawan ataupun masyarakat lokal. Jalur ini terbentang ke arah selatan melewati pantai Shindu, pantai Karang hingga Semawang sehingga wisatawan bisa berolahraga sekaligus menikmati pemandangan pantai di pagi hari.

 

Sanur Beach Hotel, Bali Indonesia

Sanur Beach Hotel, Bali Indonesia

Sanur Beach Hotel

Sanur Beach Hotel adalah salahsatu hotel berbintang 4 yang ada di Kawasan Wisata Sanur dan hotel ini adalah merupakan salah satu hotel tertua di Bali tetapi sudah mengalami beberapa kali renovasi sehingga tampilan hotel ini tetap mengikuti trend terbaru. Dengan pantai putih yang memanjang dan kebun berlansekap dinaungi oleh pohon-pohon yang berumur. Fasilitas di Sanur Beach Hotel tersedia mulai dari sarana olah raga yang lengkap, Spa, restoran, lapangan golf mini (9 holes), sampai kelab malam juga ada dalam lingkungan hotel.

Hotel ini jumlah kamar yang lumayan besar yaitu tepatnya sebanyak 426 kamar yang terbagi kedalam bermacam – macam type kamar. Fasilitas standard yang ada disetiap kamar adalah AC Pengatur kelembaban, Bathtub dan shower,TV dengan saluran TV satelit, Lemari pendingin,Mini bar,Fasilitas membuat kopi dan the,Pengering rambut,Telpon SLI,Collect call,Balkon atau teras tersendiri.

Fasilitas dan layanan lainnya yang bisa anda nikmati di hotel ini selain kamar tempat anda menginap antara lain: Shuttle bus,Salon Pengasuh anak,Tempat permainan anak, Bank dan penukaran mata uang, tempat parkir, Panggilan dokter 24 jam, Kantor maskapai penerbangan, Klinik kesehatan, Kantor pos, Kotak besi, Tempat perbelanjaan, Layanan wisata,, Petugas manajer 24 jam, Fasilitas meeting mencapai 1000 orang.

Kuta Beach, Bali

Kuta Beach, Bali

Pantai Kuta

Pantai Kuta adalah sebuah tempat pariwisata yang terletak kecamatan Kuta, sebelah selatan Kota Denpasar, Bali, Indonesia. Daerah ini merupakan sebuah tujuan wisata turis mancanegara dan telah menjadi objek wisata andalan Pulau Bali sejak awal tahun 1970-an. Pantai Kuta sering pula disebut sebagai pantai matahari terbenam (sunset beach) sebagai lawan dari pantai Sanur. Selain itu, Lapangan Udara I Gusti Ngurah Rai terletak tidak jauh dari Kuta. Sebelum menjadi objek wisata, Kuta merupakan sebuah pelabuhan dagang tempat produk lokal diperdagangkan kepada pembeli dari luar Bali. Pada abad ke-19, Mads Lange, seorang pedagang Denmark, datang ke Bali dan mendirikan basis perdagangan di Kuta. Ia ahli bernegosiasi sehingga dirinya terkenal di antara raja-raja Bali dan Belanda.

Selanjutnya, Hugh Mahbett menerbitkan sebuah buku berjudul “Praise to Kuta” yang berisi ajakan kepada masyarakat setempat untuk menyiapkan fasilitas akomodasi wisata. Tujuannya untuk mengantisipasi ledakan wisatawan yang berkunjung ke Bali. Buku itu kemudian menginspirasi banyak orang untuk membangun fasilitas wisata seperti penginapan, restoran dan tempat hiburan. Pantai Kuta terkenal memiliki ombak yang bagus untuk olahraga selancar (surfing), terutama bagi peselancar pemula. Selain keindahan pantai, wisata pantai Kuta juga menawarkan berbagai jenis hiburan seperti bar, restoran, pertokoan, restoran, hotel, dan toko-toko kelontong, serta pedagang kaki lima di sepanjang pantai menuju pantai Legian.

 

Lake Bratan, Bali

Lake Bratan, Bali

Danau Bratan

Danau Bratan adalah sebuah danau yang terletak di kawasan Bedugul, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. Danau yang terletak paling timur di antara dua danau lainnya yaitu Danau Tamblingan dan Danau Buyan, yang merupakan gugusan danau kembar di dalam sebuah kaldera besar, Danau Bratan terbilang cukup istimewa. Berada di jalur jalan provinsi yang menghubungkan DenpasarSingaraja serta letaknya yang dekat dengan Kebun Raya Eka Karya menjadikan tempat ini menjadi salah satu andalan wisata pulau Bali. Disamping mudah dijangkau Danau Bratan juga menyediakan beragam pesona dan akomodasi yang memadai. Di tengah danau terdapat sebuah pura yaitu Pura Ulun Danu, yang merupakan tempat pemujaan kepada Sang Hyang Dewi Danu sebagai pemberi kesuburan.

 

Goa Gajah, Postcard by Tanah Lot Printing, dated 2016, used

Goa Gajah, Postcard by Tanah Lot Printing, dated 2016, used

Goa Gajah

Goa Gajah adalah gua buatan yang berfungsi seperti tempat ibadah. Gua ini terletak di Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatu, Kabupaten Gianyar, Bali. Berjarak kurang lebih 27 km dari Denpasar.

Tidak seperti namanya, Goa Gajah tidaklah sebuah Goa yang dipenghuni oleh kumpulan hewan gajah. Lain halnya dengan Goa Lawah Di Klungkung, yang merupakan sebuah Goa yang dihuni oleh sekumpulan ‘Lawan’ (Kelelawar). Goa ini merupakan salah satu wisata sejarah terkenal di bali, itu karena pembangunan pura ini di perkirakan di bangun pada abad ke-11 Masehi.
Goa gajah ini menjadi daya tarik para wisatawan domestik maupun manca negara. Para wisatawan dapat masuk menelusuri Goa ini karena memang Goa ini tidak terlalu luas. Ukuran tinggi dari goa ini sekitar 2 meter dengan lebar sekitar 2 meter juga. Di dalam Goa ini memiliki jalan yang berbentuk huruf T, yakni setelah masuk sedikit akan ada cabang ke kiri dan ke kanan.
Kata Goa Gajah sebenarnya berawal dari kata “Lwa Gajah”, dimana kata “Lwa” pernah ditemukan pada lontar Negarakertagama yang memiliki arti ‘sebuah sungai’. Jadi istilah Lwa Gajah ini bisa diartikan Pertapaan yang ada di tepi sungai.
Pada mulut Goa di Goa ini, terdapat 2 buah patung di kiri dan di kanan bagaikan seorang penjaga. Di tepian mulut goa terdapat ukiran patung kepala raksasa yang oleh masyarakat hindu bali menyebutnya dengan ‘Bomha’, sebuah ukiran relief yang wajib ada pada candi-candi di depan pura. Fungsinya tiada lain adalah untuk menyucikan pikiran bagi orang-orang yang ingin masuk ke pelataran sebuah Pura.
Masuk ke dalam Goa, anda akan mendapati suasana hening dan tenang, dengan lampu agak redup yang menyinari seluruh isi Goa. Di Sisi-sisi Goa terdapat Ceruk (Lubang berbentuk kotak seperti tempat duduk) yang dulu digunakan sebagai tempat dimana para Rsi atau budha melakukan tapa dan samadhi. Namun saat ini anda para wisatawan dapat duduk disana sambil mengabadikannya dalam foto. Di dalam goa ini berbentuk huruf T, dimana di bagian kiri terdapat 3 buah lingga dan di bagian kanan terdapat Patung/arca Ganesha (Anak dewa siva, dengan bentuk tubuh berbadan manusia berkepala gajah).

Di depan areal Goa ini terdapat 7 buah patung bersejarah, 6 dari 7 patung ini memancurkan air ke dalam sebuah kolam. Untuk dapat melihatnya secara lebih dekat, anda harus menuruni beberapa anak tangga. Ke tujuh patung ini disebut sebagai jelmaan widayadari dan widyadara. Posisi ketujuh patung ini terletak sangat simetris, dimana 3 buah patung widyadari terletak di sisi kanan dan kiri patung widyadara. Atau bisa dibilang patung widyadara terletak di tengah-tengah diantara patung widyadari.

Selain itu, di areal goa gajah ini tumbuh berbagai macam pepohonan yang membuat suasana di sekitaran goa menjadi sejuk dan nyaman. Terdapat sebuah pohon yang amat besar yang menurut penjaga goa gajah ini pohon tersebut sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Tak salah jika pohon ini sangat besar dan tinggi dengan akarnya yang merambat kemana-mana. Wisatawan yang berkunjung ke goa gajah ini bebas mengambil foto sepuasnya.

 

 

 

Indonesi a- Bali (2)

Taman Soekasada Ujung, Karangasem

Taman Soekasada Ujung,  Karangasem

Taman Soekasada Ujung ini merupakan salah satu arsitektur indah peninggalan dari raja terakhir Kerajaan Karangasem yaitu I Gusti Bagus Jelantik yang memerintah dari tahun 1909 sampai akhirnya Indonesia merdeka pada tahun 1945. Dibangun pada tahun 1939, Taman Ujung menjadi istana megah nan elok. Pemandangan alam di sekitar Taman Ujung juga seakan-akan ikut menambah keindahan istana air tersebut.

Taman Ujung letaknya di dataran tinggi dan tidak jauh dari situ merupakan pantai sisi timur Pulau Bali. Dari bukit tersebut kita bisa melihat luasnya laut di Selat Lombok dan Pulau Lombok itu sendiri. Konon di sekitar taman Ujung inilah Raja Karangasem mendapat inisiatif untuk menyerang Lombok setelah berjam-jam memandangi Pulau Lombok dari kejauhan.

Taman Ujung juga kadang disebut dengan istana air karena memang terdapat dua kolam besar di sini. Tiket masuk ke istana yang sempat rusak karena letusan Gunung Agung pada tahun 1963 ini terhitung sangat murah yakni Rp 5.000 per pengunjung. Jika kalian membawa kamera akan dikenai biaya tambahan sebesar Rp. 50.000. Namun biaya segitu terhitung murah karena hasil foto yang didapatkan akan lebih tinggi nilainya dibanding besar retribusi tersebut. Bahkan, destinasi unggulan Kabupaten Karangasem ini menjadi favorit lokasi foto pre-wedding karena keindahannya.

Kalian juga dapat menyewa guide yang dapat menceritakan sejarah tentang bangunan yang dulunya dibangun untuk menyambut tamu kenegaraan dan untuk tempat berlibur para keluarga raja ini. Selain menjelaskan tentang bangunan taman ujung itu sendiri, guide juga akan menjelaskan sedikit banyak tentang Kerajaan Karangasem.

Letaknya yang sejalur dengan jalan menuju Amed, menjadikan Taman Ujung adalah salah satu destinasi yang wajib untuk dikunjungi ketika kalian sedang menuju Amed. Letaknya yang cukup jauh membuat para traveler membutuhkan waktu 2 jam perjalanan untuk mencapai Taman Ujung dari pusat kota Denpasar. Namun tak perlu khawatir karena sepanjang perjalanan kalian akan dimanajakan dengan pemandangan indah khas Pulau Dewata.

 

Indonesia - Bali - Nusa Dua

Nusa Dua

Nusa Dua merupakan tempat yang sempurna untuk Anda beristirahat dan bersantai di bawah Matahari tropis. Suasana damai dan tenang untuk liburan Anda di Bali benar-benar terpenuhi di sini. Nusa Dua terletak di pulau paling ujung tenggara sekitar 15 km dari Bandar Udara Internasional Bali dan sekitar 40 km dari Denpasar. Menawarkan bagi Anda resor mewah didukung oleh jernihnya air laut dan pantai berpasir putih yang melengkapi fasilitas beragam tempat wisata. Hotel, restoran, bar, hingga pertokoan di sini umumnya berkelas tinggi dan memiliki harga yang mencerminkan status.

Pantainya indah dengan laut berwarna biru, hembusan anginnya sejuk, airnya bening dan tenang, pasirnya lebih putih, serta pemandangannya sangat memesona. Karena letaknya di ujung Bali, pantai ini lebih sepi pengunjung bila dibandingkan dengan pantai lainnya yang ada di Bali. Hal ini menjadikan Pantai Nusa Dua terasa lebih private dan esklusif.  Nama Nusa Dua berasal dari nama dua buah pulau kecil di selatan Pulau Bali yang dipisahkan dengan pasir putih. Nusa berarti pulau dan dua berarti angka dua. Dua pulau tandus ini tetap dibiarkan alami tanpa bangunan dan menjadi salah satu tempat kunjungan wisatawan. Kawasan wisata Pantai Nusa Dua Bali juga dikenal sebagai kawasan wisata yang peduli pada lingkungan dan menjadikannya kawasan pertama di Asia Pasifik yang mendapatkan Green Globe, yaitu setifikat yang diberikan oleh Evaluator Evaluate Communicate Evolve bagi tempat wisata yang ramah lingkungan.

Kepedulian terhadap lingkungan sudah dari awal direncanakan di kawasan ini dengan sistem pengolahan limbah air hotel diproses untuk pengairan dan irigasi. Pusat stasiun pengolahan limbah ini diberi nama “eco lagoon”. Prasarana jaringan air, listrik, dan telepon menggunakan instalasi bawah tanah untuk menjaga keindahan Nusa Dua. Bahkan lampu tamannya yang otomatis menyala bertenagakan panel surya. Semua hotel di areal Nusa Dua dibangun tidak melebihi ketinggian pohon kelapa atau maksimum 3-4 lantai. Hotel Nikko bisa dibangun lima belas lantai karena bangunannya mengikuti kontur tebing dengan ketinggiannya mencapai kurang lebih 70 mdpl.

Keistimewaan Pantai Nusa Dua seluas sekitar 350 hektar ini semakin lengkap dengan beragam fasilitas eksklusif. Nusa Dua merupakan sebuah enklave berisi resor besar internasional berbintang 5. Disebut ekslusif karena di area ini terdapat semua hal yang dibutuhkan sebuah tempat wisata, seperti pantai lengkap dengan olahraga airnya, restoran mewah dengan menu lengkap bervariasi, dan tidak ketinggalan hotel berkelas yang sangat nyaman. Anda dapat menghirup udara segar dari pohon palem dan jenis bunga sekitar kawasan ini.

 

Uluwatu, Postcard by Tanah Lot Print Design. Photo by Murdani Usman, Uknown Year.

Uluwatu, Postcard by Tanah Lot Print Design. Photo by Murdani Usman, Uknown Year.

Uluwatu

Pura Uluwatu salah satu obyek wisata andalan Pulau Dewata, dibangun di atas batukarang terjal dan tinggi sekitar 70 meter, posisi karang ini menjorok ke laut, tepatnya Samudra Indonesia. Lokasi ini terkenal dengan keindahan matahari tenggelam (sunset). Pura Luhur Uluwatu berfungsi sebagai tempat pemujaan Dewa  Rudra. Pura Uluwatu dipercaya oleh umat Hindu sebagai penyangga dari 9 mata angin atau disebut dengan Pura Sad Kahyangan.

Menurut Lontar Kusuma Dewa, pura ini didirikan atas anjuran Mpu Kuturan sekitar abad kesebelas, sebagai tempat untuk menurunkan ajaran Desa adat dengan segala aturan-aturannya dan selanjutnya pura ini dipakai untuk memuja oleh seorang pendeta suci beliau bernama Dang Hyang Nirartha, seorang pendeta berasal dari Jawa, pada tahun 1546 M, yaitu pada masa pemerintahan Dalem Waturenggong di Gelgel.Pura Luhur Uluwatu masih menjadi bagian dari wilayah desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, lokasinya berada disekitar 25 km ke arah selatan dari wilayah wisata Kuta, terletak di ujung Barat Daya Pulau Dewata.

Mount Agung Bali , Photo by Toha Mansyur - IMPACT by Periplus Edition - EC 194

Mount Agung Bali , Photo by Toha Mansyur – IMPACT by Periplus Edition – EC 194

Gunung Agung adalah titik tertinggi di Bali setinggi 3.148 m. Gunung berapi ini terakhir meletus pada Maret 1963. Gunung Batur juga salah satu gunung yang ada di Bali. Sekitar 30.000 tahun yang lalu, Gunung Batur meletus dan menghasilkan bencana yang dahsyat di bumi. Berbeda dengan di bagian utara, bagian selatan Bali adalah dataran rendah yang dialiri sungai-sungai.

Indonesia - Besakih Bali

Berdasarkan relief dan topografi, di tengah-tengah Pulau Bali terbentang pegunungan yang memanjang dari barat ke timur dan di antara pegunungan tersebut terdapat gugusan gunung berapi yaitu Gunung Batur dan Gunung Agung serta gunung yang tidak berapi, yaitu Gunung Merbuk, Gunung Patas dan Gunung Seraya. Adanya pegunungan tersebut menyebabkan Daerah Bali secara Geografis terbagi menjadi 2 (dua) bagian yang tidak sama yaitu Bali Utara dengan dataran rendah yang sempit dan kurang landai dan Bali Selatan dengan dataran rendah yang luas dan landai.

Kemiringan lahan Pulau Bali terdiri dari lahan datar (0-2%) seluas 122.652 ha, lahan bergelombang (2-15%) seluas 118.339 ha, lahan curam (15-40%) seluas 190.486 ha dan lahan sangat curam (>40%) seluas 132.189 ha. Provinsi Bali memiliki 4 (empat) buah danau yang berlokasi di daerah pegunungan, yaitu Danau Beratan atau Bedugul, Buyan, Tamblingan, dan Batur. Alam Bali yang indah menjadikan pulau Bali terkenal sebagai daerah wisata.

Indonesia - Puri Kehen Bali

Puri Kehen, Bali

Pura Kehen

Sulit untuk menentukan kapan tepatnya Pura Kehen didirikan. Namun, terdapat tiga prasasti tembaga yang menyangkut keberadaan Pura tersebut. Salah satunya yaitu, prasasti ketiga yang memuat mengenai petunjuk-petunjuk untuk para penduduk sekitar saat upacara-upacara besar di Pura Kehen, bertarikh Saka 1126 (1204 Masehi). Prasati ini memuat nama Raja Sri Dhanadhiraja yang merupakan putra dari Raja Bhatara Parameswara dan cucu dari Bhatara Guru Sri Adhikunti beserta permaisurinya Bhatara Sri Dhanadewi. Prasasti pertama yang terdiri dari 18 baris dan berbahasa Bali Kuno ada menyebutkan nama “Hyang Karinama”. Hyang Api di Desa Simpat Bunut (“Wangunan pertapaan di Hyang Karinama jnganangan Hyang Api di Wanua di Simpat Bunut- Hyang Tanda” ). Prasasti ini diperkirakan berangka tahun 804-836 Saka (882-914 Masehi). Dan prasasti kedua terdiri dari 10 baris dan berbahasa Jawa Kuno menyebutkan nama Senapati Kuturan, Sapatha dan nama-nama pegawai raja. Prasasti ini diperkirakan dalam tahun Saka 938-971 (1016-1049 Masehi).
Nama Hyang Api yang termuat dalam prasasti pertama menjadi Hyang Kehen dalam prasasti ketiga dan selanjutnya menjadi Pura Kehen. Ini berarti bahwa Pura Kehen telah ada pada tahun Saka antara 804-836 (antara tahun Masehi 882-914 Masehi). Jadi, Pura Kehen sudah ada pada akhir abad IX atau permulaan Abad X Masehi. Keberadaan Pura Kehen yang memiliki keterikatan dengan sejarah Desa Bangli termuat dalam prasasti No. 705 Prasasti Pura Kehen C.
Dalam perjalanan sejarahnya, desa, banjar, atau Pura yang berada di wilayah Desa Bangli bersatu dalam satu kesatuan yang utuh dikenal dengan istilah Gebog Domas. Dalam Gebog Domas ini seluruh banjar atau desa memiliki tanggung jawab terhadap keberadaan Pura Kehen, krama, dan lingkungan di Desa Bangli. Ditambah dengan kuatnya rasa persatuan dari beberapa desa diluar Gebog Domas, dikenal pula istilah bagi desa-desa yang juga menjadi pengemong Pura Kehen sebagai Bebanuan Pura Kehen. Bebanuan pura Kehen meliputi Br.Blungbang, Br.Pule, Br.Kawan, Br.Pande,Br.Tegallalang, Br.Geria, Br.Nyalian, Br.Penatahan, Br.Tanggahan Peken, Br.Pukuh, Br.Demulih, Br.Pengelipuran, Br.Kubu, Br.Bebalang, Br.Tegal, Br.Sedit, Br.Gancan, Br.Sembung, Br.Petak, Br.Gunaksa, Br.Pekuwon, Br.Tegal Suci, dan Br. Sidembunut.
Wadah Gebog Domas dan Bebanuan Pura Kehen menjadi simbol bahwa banjar-banjar di wilayah Desa Bangli adalah sebuah kesatuan, dia juga menjadi simbol keunikan dan kekhasan Bangli dengan desa-desa di wilayah atau daerah lain. Semangat kebersamaan dan kerukunan secara turun-temurun mewarnai setiap aktivitas yang terkait dengan keberadaan Pura Kehen. Bebanuan menjalankan kewajiban dan mengemban tanggung jawab masing-masing.
Berdasarkan penuturan Jero Gede Kehen dan penglingsir Puri Agung Anak Agung Gede Bagus Ardhana, pada zaman kerajaan, seiring sejalan dengan peran Bebanuan, pihak puri atau raja secara khusus memberi pengayoman, dukungan moral dan material setiap penyelenggaraan upacara di Pura Kehen. Pasca zaman kerajaan, pengayoman dan dukungan itu kemudian diberikan pihak Pemerintah Kabupaten Bangli.

Tajen (Adu Ayam)

CLIFFORD Geertz tiba di sebuah desa kecil di Bali awal April 1958 bersama istrinya, Hildred Geertz. Sebagai antropolog, mereka bermaksud meneliti budaya dan masyarakat di sana. Pada hari ke-10 kunjungan, mereka pergi ke sudut desa yang tersembunyi. Di sana, puluhan orang telah berkumpul. Adu ayam tengah dihelat. Geertz dan istrinya menyaksikan dengan seksama. Tiba-tiba seseorang berteriak: “Polisi, polisi!” Orang-orang berlarian. Tak terkecuali Geertz dan istrinya.

Geertz menuangkan pengalamannya dalam karyanya “Deep Play: Notes on the Balinese Cockfighting”, termuat dalam Intrepetation of Cultures. Karya itu mengupas aspek antropologis adu ayam (tajen) di Bali. Geertz mengungkapkan, bagi kebanyakan lelaki Bali, tajen menjadi simbol maskulinitas. “Pada arena adu ayam, yang terlihat bertarung memang ayam, tapi ayam-ayam tersebut merupakan perwakilan dari kaum pria di Bali,” tulis Geertz. Namun polisi beranggapan lain. Tajen adalah judi. Kriminal. Jauh dari tujuan awalnya.

Dalam rentang sejarah Bali, adu ayam tercatat dipraktikan masyarakat Bali sejak abad ke-10. Prasasti Sukawana memuat keterangan ritual keagamaan (yadnya) yang mendasari tajen. Selanjutnya, dalam Prasasti Batur Abang (1011) terjabar keterangan terkait tajen. Menurut Andrik Hendrianto dalam “Perjudian Sabung Ayam di Bali”, tesis pada Universitas Indonesia, adu ayam tak memerlukan izin dari pihak berwenang seperti raja. Namun ritual ini tak boleh dilakukan serampangan.

Kala itu, masyarakat memasang taji (tajen) atau benda tajam di kaki salah satu ayam jantan yang diadu. Untuk ayam lainnya hanya dipasangkan bambu atau kayu di kakinya. Pertarungan ayam dalam ritual itu disebut perang seta. Tujuannya agar ada ayam yang mati sehingga darahnya membasahi bumi.

Darah itu lalu dicampur dengan tiga macam cairan berwarna: putih (tuak), kuning (arak), dan hitam (berem). Percampuran ini sebagai simbol pengingat agar umat manusia menjaga keseimbangan bhuwana alit(manusia) dengan bhuwana agung (semesta). Ritual keagamaan ini disebut tabuh rah.

Adu ayam dalam Tabuh rah bukanlah tujuan utama. Adu ayam hanya menjadi salah satu cara menabuhkan (menuangkan) darah ayam. Dengan demikian, ayam sejatinya tak diadu sungguh-sungguh. Tabuh rah bisa dilaksanakan tanpa mengadu ayam. Sebagai gantinya, orang bisa langsung menyembelih ayamnya. Keterangan ini termuat dalam Prasasti Batuan (1022).

Meski di pedesaan adu ayam ditujukan sebagai ritual keagamaan, raja-raja di Bali memiliki hak istimewa menggelar adu ayam tanpa tujuan sakral. “Di pusat-pusat istana, hal itu merupakan hak istimewa raja sebagaimana acara-acara adu hewan lainnya,” tulis Anthony Reid dalam Asia Tenggara Dalam Kurun Niaga. Mereka menghelat adu ayam untuk kesenangan pribadi –seringkali dengan bertaruh sesuatu– dan simbol kebesaran raja. Tak heran, ayam menjadi hewan kegemaran raja-raja di Bali. Keadaan seperti ini berlangsung pula di luar Bali, terutama di Jawa.

Indonesia - Bali

Di Jawa, adu ayam dapat dilacak melalui kisah-kisah sastra yang mengambil latar masa Kerajaan Jenggala (1042). Menurut Mariana Anggraeni dalam skripsinya pada Universitas Indonesia, “Hakikat dan Fungsi Permainan Sabung Ayam dalam Serat Jago”, kisah yang tersohor mengenai adu ayam dapat ditemukan dalam kisah Cindelaras.

Cerita Cindelaras menceritakan anak yang dibuang bersama ibunya ke dalam hutan. Ketika besar, dia ingin membuktikan bahwa dia anak raja terdahulu. Raja yang berkuasa, Raden Putra, tak lantas percaya. Raja mengajak Cindelaras mengadu ayam. Jika Cindelaras menang, barulah raja percaya. Sedangkan jika raja menang, Cindelaras harus dipancung.

Cindelaras tak keberatan. Keduanya mengadu ayam terbaiknya. Kala itu, tak sembarang orang bisa mempunyai ayam terbaik. Usai pertarungan, ayam Cindelaras keluar sebagai pemenang. Raja pun percaya. Kisah ini menggambarkan pertaruhan manusia. Ada yang dipertaruhkan dalam adu ayam di Jawa sejak berabad-abad silam. Lebih jauh, adu ayam masih menjadi permainan terbatas untuk kalangan raja dan orang tertentu.

Ketika kendali kerajaan-kerajaan di Bali dan Jawa mengendur akibat invasi Eropa, adu ayam mulai digemari masyarakat. Raja, bangsawan, dan kaum agamawan tak lagi memegang hak eksklusif atas adu ayam. “Pengawasan atas acara-acara demikian, oleh kerajaan, mungkin telah mengendur pada abad ke-18,” tulis Anthony Reid. Hingga seabad kemudian, adu ayam menjadi permainan rakyat dengan dibalut perjudian.

Catatan R. Friedrich, seorang cendekiawan Jerman yang mengunjungi Bali dalam 1846, agak berbeda. Dia menyatakan adu ayam masih merupakan bagian dari upacara keagamaan. “Selain perayaan-perayaan, ada juga adu ayam jantan yang tidak hanya dianggap sebagai hiburan oleh masyarakat, tetapi juga sebagai bagian dari upacara keagamaan,” tulis Friedrich dalam “Hindu Bali”, termuat dalam Bali Tempo Doeloe.

Adu Ayam

Tabuh Rah (Adu Ayam)

Memasuki 1900-an, unsur ritual keagamaan dalam adu ayam meluntur. Sebaliknya, sifat profannya menguat lantaran banyaknya masyarakat yang bertaruh. Acara ini tak lagi digelar di tempat umum atau sakral, melainkan di tempat-tempat tersembunyi. Pemerintah kolonial segera melarang adu ayam kecuali yang berizin dan ditujukan sebagai ritual keagamaan. Istilah sabung pun mulai muncul menggantikan perang seta. Sabung berarti pahlawan, jejaka, atau pemenang.

Louis Coperus, penulis novel terkenal De Stille Kracht (Kekuatan Tersembunyi), menggambarkan keadaan kacau tersebut pada 1921. “Pertarungan ini menjadi ajang perjudian yang melibatkan uang yang jumlahnya tentu saja tidak sedikit. Mata uang yang dipertaruhkan adalah ‘dollar’ alias koin yang umum dipakai di Bali pada masa itu.”

Setelah kemerdekaan, larangan terhadap sabung ayam dipertahankan. Polisi gencar melakukan razia para penjudi sabung ayam seperti diceritakan Geertz. (Hendaru Tri Hanggoro, http://www.historia.id)

Alas Kedaton, Bali

Alas Kedaton, Bali

Alas Kedaton

Alas Kedaton salah satu tempat menarik di Bali dengan kehidupan kera hutan yang berlokasi di Desa Kukuh Kecamatan Marga, kota Tabanan, 4 km dari kota Tabanan, maka tempat ini sekarang terkenal bernama Taman Wisata Alam Alas Kedaton (Alas Kedaton Monkey Forest), memiliki pesona hutan lebat serta banyak dihuni oleh kera, jumlahnya sampai ratusan, diperkirakan sekitar 400-an populasi monyet, ada juga sekumpulan kelelawar besar / kalong hidup bergelantungan diatas pohon untuk tidur sambil menunggu malam tiba, biasanya mereka menghabiskan waktu bergelantungan pada dahan pohon-pohon besar belakang pada kawasan hutan ini.

Di kawasan wisata alam hutan lindung ini, terdapat pura suci diyakini warga memiliki kekuatan magis untuk melindungi areal hutan ini serta warga disekitarnya, upacara piodalan Pura ini jatuh pada hari Selasa (Anggara Kasih) dua puluh hari setelah Hari Raya Galungan. Yang mana upacara dimaksud dimulai pada siang hari dan harus sudah selesai sebelum matahari terbenam.

Prosesi upacara agama tersebut dinamakan Ngerebeg tidak memakai sarana dupa ataupun kwangen seperti upacara agama kebanyakan lainnya di Bali.Pura ini sering pula disebut Pura Alas Kedaton atau Pura Dalem Kahyangan. Monyet di sini cenderung jinak, karena sudah terbiasa dengan wisatawan, saat berkunjung paling penting adalah jangan mengganggu keberadaan mereka. Untuk bisa mengunjungi objek wisata ini, wisatawan bisa ikut paket full day Bedugul – Tanah Lot Tour telah kami susun rute perjalanannya, atau bisa menggunakan jasa sewa mobil di Bali + supir, sehingga acara liburan anda bersama keluarga dan rekan semakin menyenangkan.

Pura yang terletak di kawasan hutan ini, penuh aura magis serta nilai historis penting, berpadu harmonis dalam balutan suasana hutan tropis lebat, menjadikan kawasan ini selalu diminati oleh kalangan wisatawan. Untuk bisa bercengkrama dengan pasukan kera disini

Tari-Tarian

Indonesia - Barong Dance

Barong Dance, Postcard by Pos Indonesia, 2015

Tari Barong

Barong Baliadalah satu di antara begitu banyak ragam seni pertunjukan Bali. Barong merupakan sebuah tarian tradisional Bali yang ditandai dengan Topeng dan kostum badan yang dapat dikenakan oleh satu atau dua orang untuk menarikannya. Di Bali ada beberapa jenis barong yakni Barong Ket, Barong Bangkal, Barong Landung, Barong Macan, Barong Gajah, Barong Asu, Barong Brutuk, Barong Lembu, Barong Kedingkling, Barong Kambing, dan Barong Gagombrangan.

Barong Bali dipercaya sebagai metamorfosis dari barong ponorogo atau Reog, oleh raja Airlangga saat mengungsi ke pulau Bali untuk menyelamatkan diri. selain barong ponorogo yang dibawa ke bali, melainkan juga seperti seni sastra, aksara jawa, serta keagamaan.

Dalam perkembangannya barong ponorogo di rubah bentuk dan cerita sesuai kondisi masyarakat di bali yang diperuntukan untuk kegiatan spiritual keagamaan.

Pengaruh yang di dapat pada barong bali bisa di lihat pada bentuk barong ponorogo saat tampil tanpa mahkota merak (Kucingan) dan pada Topeng Rangda yang mendapat pengaruh dari topeng bujang ganong. Serta kelompok orang – orang yang mendalami ilmu kesaktian pada orang tua yang mendapat pengaruh pada perilaku kegiatan nyata warok muda dan warok tua yang sakti mandraguna yang saat ini masih terjaga di Ponorogo, meskipun kegiatan tersebut saat ini tertutup untuk akalangan tertentu.

Dengan begitu, muncul jenis barong bali dengan berbagai kepala hewan seperti babi, Gajah, Anjing dan Burung yang menjadi kebanggaan tiap-tiap kota di bali.

Masyarakat Bali percaya bahwa mahluk-mahluk halus tersebut adalah kaki tangan Ratu Gede Mecaling, penguasa alam gaib di Lautan Selatan Bali yang berstana di Pura Dalem Ped, Nusa Penida. Saat itu, seorang pendeta sakti menyarankan masyarakat untuk membuat patung yang mirip Ratu Gede Mecaling, yang sosoknya tinggi besar, hitam dan bertaring, lalu mengaraknya keliling desa. Rupanya, tipuan ini manjur. Para mahluk halus ketakutan melihat bentuk tiruan bos mereka, lalu menyingkir. Hingga kini, di banyak desa, secara berkala masyarakat mengarak Barong Landung untuk menangkal bencana.

Tari Pendet

Indonesia - Pendet Dance

Pendet Dance, Postcard by Pos Indonesia, 2015

Tari Pendet pada awalnya merupakan tari pemujaan yang banyak diperagakan di pura, tempat ibadat umat Hindu di Bali, Indonesia. Tarian ini melambangkan penyambutan atas turunnya dewata ke alam dunia. Lambat-laun, seiring perkembangan zaman, para seniman Bali mengubah Pendet menjadi “ucapan selamat datang”, meski tetap mengandung anasir yang sakral-religius. Pencipta/koreografer bentuk modern tari ini adalah I Wayan Rindi(? – 1967).

Pendet merupakan pernyataan dari sebuah persembahan dalam bentuk tarian upacara. Tidak seperti halnya tarian-tarian pertunjukkan yang memerlukan pelatihan intensif, Pendet dapat ditarikan oleh semua orang,pemangkus pria dan wanita, dewasa maupun gadis.

Tarian ini diajarkan sekedar dengan mengikuti gerakan dan jarang dilakukan di banjar-banjar. Para gadis muda mengikuti gerakan dari para wanita yang lebih senior yang mengerti tanggung jawab mereka dalam memberikan contoh yang baik.

Tari putri ini memiliki pola gerak yang lebih dinamis daripada Tari Rejang yang dibawakan secara berkelompok atau berpasangan. Biasanya ditampilkan setelah Tari Rejang di halaman pura dan biasanya menghadap ke arah suci (pelinggih) dengan mengenakan pakaian upacara dan masing-masing penari membawa sangku, kendi, cawan, dan perlengkapan sesajen lainnya

Indonesia - Balinese Dancers

Balinese Dancers, Postcard by Impact Postcard, Photo Brent Hesselin, 2015,

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s