70 Tahun Palang Merah Indonesia

Full Sheet Prangko 70 Tahun Palang Merah Indonesia

Full Sheet Prangko 70 Tahun Palang Merah Indonesia

Sebagai puncak peringatan hari ulang tahun Palang Merah Indonesia (PMI) ke-70, yang jatuh pada 17 September, PMI bekerja sama dengan Pos Indonesia meluncurkan Prangko Peringatan 70 Tahun PMI.

Bertempat di Museum Nasional, Jakarta, peluncuran Prangko yang terdiri dari dua kopur ini mengangkat tema “Mengabdi Untuk Kemanusiaan dan Kemerdekaan”. Meutia Hatta, anggota Dewan Penasihat Palang Merah Indonesia, yang juga putri mendiang Mohammad Hatta, proklamator, Wakil Presiden pertama dan Ketua Palang Merah Indonesia pertama yang secara resmi meluncurkan Prangko ini. Disaksikan oleh pelaksana harian Ketua Umum PMI, Ginandjar Kartasasmita dan Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Rudiantara.

Sampul Hari Pertama 70 Tahun Palang Merah Indonesia

Sampul Hari Pertama 70 Tahun Palang Merah Indonesia

SHP 70 Tahun PMI dengan tanda tangan Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Rudiantara

SHP 70 Tahun PMI dengan tanda tangan pelaksana harian Ketua Umum PMI, Ginandjar Kartasasmita

70 Tahun PMI - SHP Rudiantara

SHP 70 Tahun PMI dengan tanda tangan Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Rudiantara

70 Tahun PMI - Kartupos 1

70 Tahun PMI – Kartupos 1

70 Tahun PMI - Kartupos 2

70 Tahun PMI – Kartupos 2

70 Tahun PMI - Kartupos 3

70 Tahun PMI – Kartupos 3

70 Tahun PMI - Kartupos 4

70 Tahun PMI – Kartupos 4

Sejarah lahirnya Palang Merah Indonesia (PMI).

Pada 21 Oktober 1873, pemerintah kolonial Belanda mendirikan organisasi Palang Merah di Indonesia dengan nama Het Nederland-Indiche Rode Kruis (NIRK), kemudian diubah namanya menjadi Nederland Rode Kruiz Afdelinbg Indie (NERKAI). Sejak 1932, muncul semangat untuk mendirikan Palang Merah Indonesia yang dipelopori oleh dr. RCL Senduk dan Bahder Djohan. Proposal pengajuan organisasi diajukan dalam Kongres NERKAI pada tahun 1940, namun ditolak. Pada saat pendudukan Jepang, proposal tersebut diajukan kembali namun tetap ditolak pula.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, Presiden Soekarno pada 3 September 1945 memerintahkan kepada Menteri Kesehatan dr. Buntaran Martoatmodjo untuk membentuk suatu Badan Palang Merah Nasional. Pembentukan badan ini sekaligus untuk menunjukkan pada dunia internasional bahwa keberadaan Negara Indonesia adalah fakta. Hingga tanggal 5 September 1945, terbentuklah Panitia Lima yang terdiri dari dr. R Mochtar, dr. Bahder Johan, dr. Joehana, Dr. Marjuki dan dr. Sitanala. Panitia Lima bertugas untuk mempersiapkan pembentukan Palang Merah Indonesia. Tepat pada 17 September 1945, terbentuklah Pengurus Besar Palang Merah Indonesia (PMI) yang diketuai oleh Drs. Mohammad Hatta.

Mengingat dalam suatu negara hanya ada satu perhimpunan nasional, Belanda yang pada 27 Desember 1949 telah mengakui kedaulatan Negara Indonesia, akhirnya membubarkan NERKAI dan menyerahkan aset-aset mereka kepada PMI. Dalam penyerahan yang dilakukan pada 16 Januari 1950, pihak Belanda diwakili oleh dr. B. van Trich sedangkan dari pemerintah Indonesia, diwakili oleh dr. Bahder Djohan.

PMI terus melakukan pemberian bantuan dan pertolongan hingga akhirnya Pemerintah menerbitkan KEPPRES No.25 tanggal 16 Januari 1950, pemerintah mengakui keberadaan Palang Merah Indonesia. Pengakuan ini kemudian diperkuat dalam Keprres RI No.246 Tahun  tanggal 29 November 1963. Dalam mengemban tugas sebagaimana dituangkan dalam keppres No.25/1950 dan Keppres RI. No.246/1963  yaitu memberikan bantuan pertama pada korban bencana alam dan peperangan sebagaimana dicantumkan dalam Konvensi Jenewa 1949.

Secara internasional, keberadaan PMI diakui oleh Komite Palang Merah Internasional (ICRC) pada 15 Juni 1950. Kemudian PMI diterima menjadi anggota Perhimpunan Nasional ke-68 dari Liga Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. Kini, organisasi ini dikenal sebagai Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) pada 5 Oktober 1950.

Hingga 2010, setidaknya PMI telah memiliki cabang di 33 Propinsi, 371 Kabupaten / Kota dan hadir di 2.654 Kecamatan. PMI juga memiliki 1,5 juta sukarelawan yang siap melakukan pelayanan.

Data Teknis Prangko

Jenis Penerbitan      : Istimewa.

Tanggal Penerbitan : 10 September 2015

Desain                     : Muhammad Hatta – Ketua Umum PMI 1945-1946

Nominal                   : Rp. 3000,-

Ukuran                    : 40 x 30 mm

Perforasi                 : 12,75 x 13,5

Proses cetak           : Offset

Jumlah cetak           : 300.000 set

Desainer                  : Indra Design

Pencetak                 : Perum PERURI

Data Teknis Sampul Hari Pertama

Perancang              : Tata Sugiarta

Harga                      : Rp. 9.000,-

Jumlah cetak          : 5.000

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s