Tugu Air Mancur, Bogor

Tugu Air Mancur, Bogor ( Postcard by Bogor Sketchers -01A - 2014, Sketchers  Faris Husaini el Shabir , Bogor Sketchers Community). - Terima kasih, Marina Noor Prathivi

Tugu Air Mancur, Bogor ( Postcard by Bogor Sketchers -01A – 2014, Sketchers Faris Husaini el Shabir , Bogor Sketchers Community). – Terima kasih, Marina Noor Prathivi

Taman Air Mancur sendiri dulunya adalah sebuah tugu bergambar lambang Kerajaan Belanda. Nama tugu tersebut adala De Witte Paal yang berarti Tugu Putih, didirkan oleh pemerintahan kolonial Belanda tahun 1839 atas instruksi Gubernur Jendral Belanda saat itu D.J de Eerens yang memerintah antara 1836-1840. Pendiriannya adalah sebagai tugu peringatan kembalinya Hindia Belanda (Indonesia) ke tangan Belanda dari Inggris. Inggris pernah menduduki Hindia Belanda antara tahun 1811-1816. Selain sebagai tugu peringatan, tugu ini dimanfaatkan juga sebagai salah satu titik triangulasi di Pulau Jawa untuk pembuatan peta topografi. Antara Titik Triangulasi dengan Istana Bogor, merupakan poros Utara-Selatan. Dari sinilah asal muasal berbagai peta lahan pertanian Pulau Jawa dari jaman Kolonial Hindia Belanda.

Tugu ini memasuki masa-masa terakhir kejayaannya, saat itu menjelang peringatan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 1958 seorang anggota panitia setempat mengusulkan agar semua sisa-sisa kolonialisme Belanda dimusnahkan. Wacana penghancuran itu bergulir dan memasukkan Witte Paal sebagai salah satunya. Enam tahun kemudian atau tahun 1964 tugu ini di dinamit sampai rata dengan tanah. Bekas tempatnya yang kosong kemudian dibangun kolam bulat, lengkap dengan air mancurnya. Ketika Ratu Sirikit dari Muangthai (Thailand) berkunjung ke Indonesia pada tahun yang sama, beliau dipandang perlu untuk diminta berhenti sejenak perjalanannya dari Jakarta ke Bogor, agar menikmati air mancur.

Hanya sayangnya, keberadaannya tidak langgeng. Pada tahun 1978, tidak terlihat adanya air mancur di taman tersebut. Yang terlihat adalah keberadaan sebuah gardu PLN di tengah taman. Pada 2000an ada upaya pemugaran kolam dengan air yang menyembur ke atas oleh pemda Kodya Bogor, ternyata juga tidak bertahan lama. Akhirnya digantikan dengan sebuah tugu jam hingga saat ini, tahun 2015.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s