Menara Eiffel, Paris

France - Eiffel Tower

Menara Eiffel merupakan sebuah menara besi yang dibangun di Champ de Mars di tepi Sungai Seine di Paris. Menara ini telah menjadi ikon global Perancis dan salah satu struktur terkenal di dunia.

France - Eiffel in 4 seasons

Kartupos dikirim dari Paris, Prancis (05 Januari 2015) ke Jakarta (23 Januari 2015). Produksi Leconte, Prancis. Foto oleh Nicolas Olivier. Terima kasih Adrian, Prancis.

Dinamai sesuai nama perancangnya, Gustave Eiffel , Menara Eiffel adalah bangunan tertinggi di Paris dan salah satu struktur terkenal di dunia. Hingga 2002, lebih dari 200.000.000 orang telah mengunjungi menara ini sejak pembangunannya tahun 1889, menjadikannya monumen berbayar yang paling banyak dikunjungi di dunia. Termasuk antena setinggi 24 m, struktur ini memiliki tinggi 325 m sejak 2000, yang sama dengan bangunan konvensional bertingkat 81. Ketika menara selesai dibangun tahun 1889, struktur ini menjadi yang tertinggi di dunia — gelar yang dipertahankan hingga 1930 ketika Chrysler Building di New York City setinggi 319m.

Struktur besi Menara Eiffel berbobot 7.300 ton sementara keseluruhan struktur termasuk komponen non-besi berbobot 10.000 ton. Tergantung temperatur, puncak menara dapat menjauhi matahari 18 cm karena pemuaian besi pada bagian yang menghadap matahari. Menara ini juga berayun 6-7 cm dalam suasana berangin. Sebagai demonstrasi terhadap ekonomisnya bangunan, bila 7300 ton struktur besi dicairkan, maka akan memenuhi 125 meter persegi dengan kedalaman 6 cm, yang berarti kepadatan besi 7.8 ton per meter kubik. Menara ini memiliki massa yang kurang dari massa udara di dalam silinder dengan dimensi yang sama, setinggi 324 meter dan 88.3 jari-jarinya. Berat menara 10.100 ton bila dibandingkan dengan 10.265 ton udara.

Tingkat pertama dan kedua dapat diakses dengan tangga dan lift. Sebuah loket tiket di menara selatan menjual tiket ke anak tangga yang dimulai di tempat itu. Di platform pertama tangga menaik dari menara timur dan pertemuan tingkat ketika hanya dapat diakses dengan lift. Dari platform pertama atau kedua tangga dibuka bagi semua orang yang naik dan turun tergantung apabila mereka telah membeli tiket lift atau tiket tangga. Jumlah anak tangga 9 ke loket tiket di dasar, 328 ke tingkat pertama, 340 ke tingkat kedua dan 18 ke platform lift di tingkat kedua. Ketika keluar lift di tingkat ketiga terdapat 15 anak tangga naik menuju platform pengamatan atas. Jumlah anak tangga dituliskan secara bertahap di sisi tangga untuk memberikan tanda tangga naik. Kebanyakan tangga naik memberikan pemandangan langsung ke bawah atau sekitar menara meskipun beberapa anak tangga pendek tertutup.

Perawatan menara terdiri dari pengadaan 50 – 60 ton cat setiap tujuh tahun untuk menjaganya dari karatan. Untuk menjaga penampilannya terhadap pengunjung di bawah, tiga warna berbeda digunakan pada menara ini, dengan warna gelap di bawah dan warna terang di atas. Warna cat diubah; menara ini dicat coklat-kelabu. Di tingkat pertama terdapat konsol interaktif yang memberitahukan warna pada pengecatan selanjutnya. Arsitek Menara Eiffel adalah Emile Nouguier, Maurice Koechlin dan Stephen Sauvestre.

Menara Eiffel sebagai bagian dari Situs warisan Dunia (World Heritage Sites) oleh UNESCO, bersama dengan kawasan Siene. The banks of the Seine are studded with a succession of masterpieces, including, in particular, Notre Dame and the Sainte Chapelle, Louvre, Palais de l’lnstitut, Les Invalides, Place de la Concorde, École Militaire, La Monnaie (Mint), Grand Palais des Champs Elysées, Eiffel Tower and Palais de Chaillot.

A number of them, such as Notre Dame and the Sainte Chapelle, were definitive references in the spread of Gothic construction, while the Place de la Concorde or the vista at the Invalides exerted influence on the urban development of European capitals. The Marais and Île Saint-Louis have coherent architectural ensembles, with highly significant examples of Parisian construction of the 17th and 18th centuries (Hôtel Lauzun and Hôtel Lambert on the Île St Louis), Quai Malaquais, and Quai Voltaire.

From the Louvre to the Eiffel Tower, from the Place de la Concorde to the Grand and Petit Palais, the evolution of Paris and its history can be seen from the River Seine. The Cathedral of Notre-Dame and the Sainte Chapelle are architectural masterpieces while Haussmann’s wide squares and boulevards influenced late 19th- and 20th-century town planning the world over.

Paris is a river town. Ever since the first human settlements, from the prehistoric days and the village of the Parisii tribes, the Seine has played both a defensive and an economic role. The present historic city, which developed between the 16th (and particularly the 17th) centuries and the 20th century, translates the evolution of the relationship between the river and the people: defence, trade, promenades, etc.

The choice of the zone between Pont de Sully and Pont d’léna is based on the age-old distinction between Paris upstream and Paris downstream. Upstream, beyond the Arsénal, begins Paris the port and river transport town; downstream is the royal and subsequently aristocratic Paris, which had only limited commercial activity. It is this latter section of the city which was selected for the World Heritage List. The powerful hand of the state is extremely visible here through its constructions and the legislation in effect.

It can be seen how the site and the river were gradually brought under control with the articulation of the two islets, Île de la Cité and Île Saint-Louis with the bank, the creation of north-south thoroughfares, installations along the river course, construction of quays, and the channelling of the river. Similarly, although the successive walls of the city have disappeared (the enceintes of Philippe-Auguste, Charles V, and the Fermiers Généraux), their traces may be read in the difference in size and spacing of the buildings (closer together in the Marais and the Île Saint-Louis, more open after the Louvre, beyond which are a greater number of major classic constructions laid along three perpendicular axes: Palais Bourbon-Concorde-Madeleine, Invalides-Grand and Petit Palais, Champ-de-Mars-École Militaire-Palais de Chaillot. The ensemble must be regarded as a geographical and historic entity. Today it constitutes a remarkable example of urban riverside architecture, where the strata of history are harmoniously superposed.

Haussmann’s urbanism, which marks the western part of the city, inspired the construction of the great cities of the New World, in particular in Latin America. The Eiffel Tower and the Palais de Chaillot are living testimony of the great universal exhibitions, which were of such great importance in the 19th and 20th centuries.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s