Hari Bela Negara 2014

Sampul Peringatan Hari Bela Negara, 19 Desember 2014

Sampul Peringatan Hari Bela Negara, 19 Desember 2014

Hari Bela Negara ditetapkan pada 19 Desember untuk memperingati deklarasi Pemerintahan Darurat Republik Indonesia oleh Syarifudin Prawiranegara di Sumatera Barat pada 19 Desember 1948. Keputusan ini ditetapkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui Keppres No.28 Tahun 2006. 

Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) tercatat dalam sejarah sebagai pemerintahan paling singkat di Indonesia, yaitu selama 7 bulan (19 Desember 1948 – 13 Juli 1949). Syafrudin Prawiranegara saat itu menjabat sebagai Menteri Kemakmuran dalam Kabinet Soekarno mendapatkan mandat untuk membentuk dan menjalankan pemerintahan darurat di Bukit Tinggi, Sumatera Barat. Mandat tersebut diberikan mengingat kondisi saat itu sangat genting. Presiden dan Wakil Presiden dengan sejumlah pejabat tinggi negara lainnya ditawan oleh Belanda. Ibu kota negara Jogjakarta juga sudah diduduki oleh Belanda setelah mereka melancarkan Agresi Militer II.

Bela Negara 2014 - Special Pack

Ilustrasi dalam kemasan sampul peringatan Hari Bela Negara, 19 Desember 2014.

Kementrian Pertahanan Republik Indonesia, melalui Ditjen Pothan Kemenhan RI yang dilaksanakan oleh Direktorat Bela Negara bekerja sama dengan Pos Indonesia, menerbitkan Sampul Peringatan Hari Bela Negara 19 Desember 2014. Dengan kode produksi 142204 – 107. Perancang : Tanpa Nama.

Penyelanggaraan bela negara sesuai dengan UU No.3 Tahun 2002 diwujudkan dalam bentuk Pendidikan Kewarganegaraan. Bahwa Pendidikan Kewarganegaraan merupakan pengembangan kepribadian di lingkungan masyarakat dengan tetap memperhatikan hak asasi manusia (HAM) sebagai dasar dalam memahami hak dan kewajiban warga negara Indonesia. Upaya pembelaan negara ini diwujudkan dengan cara demokratis berdasarkan kesamaan cara pandang guna mewujudkan ketahanan nasional yang dapat menjadi daya tangkal bangsa terhadap kompleksitas ancaman.

Tanggung jawab bela negara merupakan kewajiban bagi semua warga negara Indonesia, yang dapat dilakukan dengan melakukan pengabdian sesuai dengan latar belakang profesi. Pemberdayaan masyarakat harus dilakukan secara nyata untuk meraih keunggulan kompetensi dengan berdasarkan nilai-nilai luhur dalam berkehidupan berbangsa dan negara.

Sebagai Prajurit TNI, bela negara merupakan tugas untuk mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan menegakkan kedaulatan dan melindungi bangsa, tumpah darah Indonesia.

Kami siap membantu TNI dalam menjaga kedaulatan bangsa dan negara, NKRI Harga Mati.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s