Jaminan Kesehatan Nasional

SP - 20140101 - Jaminan Kesehatan Nasional - Copy

Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan bagian dari Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang diselenggarakan dengan menggunakan mekanisme asuransi kesehatan sosial yang bersifat wajib berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang SJSN dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar kesehatan masyarakat yang layak yang diberikan kepada setiap orang yang telah membayar iuran atau iurannya dibayar oleh Pemerintah. Jaminan kesehatan nasional bersifat wajib bagi setiap penduduk, termasuk orang asing yang bekerja lebih dari enam bulan di Indonesia.

Selain itu, pekerja penerima upah (Pegawai Negeri Sipil, TNI/POLRI, pegawai swasta), pekerja bukan penerima upah (wiraswasta) dan penerima bantuan iuran (masyarakat miskin) wajib menjadi peserta jaminan kesehatan nasional (JKN). Untuk pekerja penerima upah, pendaftaran JKN diajukan oleh pemberi kerja. Sedangkan untuk pekerja bukan penerima upah, mereka harus mendaftarkan diri sendiri dan anggota keluarganya.

Untuk peserta mandiri, cara pendaftarannya adalah dengan datang ke kantor BPJS terdekat, kemudian mengisi formulir pendaftaran, fotokopi KTP, fotokopi Kartu Keluarga, dan menyerahkan pas foto berwarna berukuran 3×4 dua lembar. Setelah mendapat nomor pendaftaran, peserta melakukan pembayaran di Kantor Pos, ATM atau setor tunai di bank yang telah ditunjuk BPJS. Setelah itu peserta bisa mengambil kartu anggota JKN.

Iuran peserta mandiri (pekerja bukan penerima upah) besarnya bervariasi sesuai pelayanan yang diinginkan. Iuran pelayanan di ruang perawatan rumah sakit kelas III sebesar Rp25.500 per orang per bulan, pelayanan di ruang perawatan rumah sakit kelas II iuran Rp42.500 per orang per bulan, pelayanan di ruang perawatan rumah sakit kelas I iuran Rp59.500 per orang per bulan.

Per 1 Januari 20124 program BJPS Kesehatan berlaku di seluruh Indonesia setelah diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Bogor, Bogor, pada Selasa 31 Desember 2013. Presiden menegaskan salah satu tujuan utama BPJS Kesehatan adalah untuk memberikan perlindungan kesehatan bagi warga miskin. Ini merupakan tanggung jawab pemerintah memenuhi hak hidup sehat dan memberi perlindungan kesehatan kepada seluruh penduduk tanpa terkecuali. Warga miskin menjadi sasaran utama sebab selama ini kelompok ini yang kerap tersisih dari pelayanan kesehatan. Padahal justru mereka yang paling rawan mendapat masalah kesehatan.

Selain membutuhkan anggaran tidak sedikit untuk menggung iuran asuransi warga miskin, di dalam implementasinya didapati banyak kendala teknis operasional dan kompleks yang membutuhkan serangkaian perangkat regulasi untuk dapat menjawabnya. Setelah sepuluh tahun bekerja keras, akhirnya segala persiapan tersebut bisa dimatangkan dan dinyatakan siap. Termasuk untuk program BPJS Ketenagakerjaan yang merupakan perlindungan bagi para pekerja.

Sementara itu, Mulai 1 Januari 2014, PT Askes dan PT Jamsostek telah bertransformasi menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Askes jadi BPJS Kesehatan, sedangkan Jamsostek jadi BPJS Ketenagakerjaan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s